Our Tournaments

Optimis

Pembaca yang terkasih…

Terkadang memang sulit untuk membedakan pengertian kata “Pasrah” dan “Berserah” dalam bahasa keseharian kita. Sebagian orang malah berpendapat bahwa pengertian dari dua kata tersebut hanya “beda-beda tipis” saja.

Namun ketika saya mengkaji lebih dalam terhadap masing-masing maknanya, saya justru mendapati perbedaan yang signifikan antara keduanya. Menurut pengertian saya kata “Pasrah” lebih cenderung kepada menanti apa yang akan terjadi dalam keputus asa-an, sedangkan dibalik kata “Berserah” tersimpan bentuk usaha yang hasilnya diserahkan kembali kepada kemurahan Yang Maha Kuasa.
Jadi pengertian kata “Berserah” sebenarnya mengacu kepada dasar keyakinan yang begitu saya imani sepanjang hidup yaitu “Ora et Labora”...Bekerja dan Ber-Doa. Artinya jika semua hasil upaya dan kerja keras kita serahkan kepada Tuhan melalui DOA pastinya bukan perasaan “pasrah” yang harus kita kedepankan, melainkan sikap OPTIMIS akan kemajuan...we do the best, GOD will do the rest...

Puji dan Syukur ke hadirat NYA ketika saya masih di karuniai rasa optimisme serta keyakinan yang kuat untuk menyambut tantangan baru di tahun 2010 ini demi merealisasikan agenda-agenda yang belum sempat terwujud di tahun 2009 lalu.

Bagi saya AGENDA bukan harus selalu terkait kepada bentuk event-event kegiatan yang akan di jalankan saja, namun lebih kepada pengejawantahan evaluasi akan hal-hal yang bersifat hubungan dan kedekatan kepada TUHAN dan sesama. Karena pada dasarnya sebesar apapun rencana yang akan di jalankan, tentunya tak akan terealisasi dengan sempurna tanpa campur tangan TUHAN dan rasa saling pengertian yang tinggi dengan para mitra kerja dengan penuh OPTIMIS.

Saya begitu yakin bahwa bentuk kerja sama yang padu akan lebih berjalan dengan baik apabila setiap badan usaha atau apapun itu namanya mampu menumbuhkan rasa saling menghormati satu sama lain, dari pada hanya sekedar mempersamakan visi dan misi. Pasalnya jika bukan karena faktor kebetulan sulit rasanya bagi siapapun untuk memaksakan kesamaan visi dan misi, karena yang akan muncul nantinya malah kecurigaan dan perselisihan.

Ketika saya memutuskan untuk menerima tawaran Asian Development Tour untuk penyelenggaraan seri turnamen KARIZA CLASSIC 2010, bukan hanya karena adanya visi dan misi yang sama untuk membuat wacana bagi para proffesional golfer, read more

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




KONA CONQUEROR
The matter of fact is that it’s the first tournament of the season. Previously entitled the Mercedes- Benz Championship or prior to that it was called the Tournament of the Champions, a special event to honor all winners of the year before, it is now and will be dubbed as the SBS Championship for the next 10 years. The new sponsor, SBS
is the first Korean company to ever host PGA Tour Tournaments.

With so many up and coming Korean players, especially in the Ladies and Amateur sections, the Asian power house will likely make it to the top of the board. And with the presence of Y.E. “Tiger Slayer” Yang, who defeated Tiger Woods in that very memorable 2009 PGA Championship, the world will see more of them. Unfortunately Y.E. could not do much in this event. He finished 19th and 11 strokes behind the back-to-back winner, Aussie’s smart player Geoff Ogilvy.

The 32-year old Australian and former US Open winner, Ogilvy had managed to win his second title after his first one last year. Joining fellow Australian Stuart Appleby as the only repeat winners since this tournament moved to Kapalua in 1999, and he became only the 7th player in the 58 years of this winners-only tournament to win in consecutive years. Appleby was the only other three-year-in-arow winner after Gene Littler did it from 1955 through 1957. Stuart Appleby had the crowns from 2004 through 2006. read more
Menggantung Harapan Di Pundak Arifin Panigoro
“Selama tiga puluh hari ini saya akan berkeliling ke daerah-daerah untuk mencari masukan mengenai pembinaan sampai organisasi,” Arifin

Semua elemen golf di tanah air tentunya mahfum bahwa memajukan prestasi golf nasional pastinya merupakan
bagian pekerjaan rumah terberat bagi Ketua Umum Persatuan Golf Indonesia, Arifin Panigoro, yang baru saja terpilih pada tanggal 23 Desember lalu melalui Musyawarah Nasional PGI yang berlangsung selama dua hari di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta.

Tanpa harus mengorek sejauh mana upaya tersebut telah di realisasikan oleh Ketua Umum terdahulu, evaluasi menyeluruh di sektor pembinaan junior merupakan hal utama yang wajib mendapat perhatian lebih dari Ketua Umum yang baru beserta tim-nya nanti. Karena dalam hematnya sudah tak ada waktu lagi saat ini untuk sekedar mencari “kambing hitam” dari kesalahan-kesalahan terdahulu, selain memandang jauh ke depan untuk menemukan celah keberhasilan bagi golf amatir Indonesia, terutama di kancah persaingan internasional. read more
Copyright © 2009 Kariza Viratama. All Rights Reserved