Kariza Indonesia Championship – Mercedes-Benz Tour
Menjadi Milik Thanyakon Khrongpa

Tangerang, 8 Mei 2010; Untuk pertama kalinya sejak masuk pro setahun yang lalu, pro asal Thailand Thanyakon Khrongpha (20 tahun) keluar sebagai juara Kariza Indonesia Championship – Mercedes Benz Tour, yang berakhir kemarin di Gading Raya Golf & Club, Serpong, Tangerang – Banten.

Dan, seperti telah “diprediksi” sebelumnya bahwa Kariza Indonesia Championship pemenangnya akan ditentukan melalui play off, benar-benar menjadi kenyataan. Alasan ini didasari oleh fakta bahwa sejak ronde pertama hingga ronde terakhir memang banyak pro yang bermain under.

Saking banyaknya pro yang bermain under dibuktikan melalui batas pemain yang lolos cut off yakni yang bermain +1  di babak penyisihan. Dalam sejarah PGA ASEAN Tour yang digulirkan sejak 2007 lalu, hanya di Kariza Indonesia Championship banyak sekali pemain yang membukukan skor under.

Oleh karena itulah maka ketika pemenang Kariza Indonesia Championship ditentukan melalui play off adalah sesuatu yang sangat masuk akal. Yang sungguh sangat mengejutkan adalah ketika yang bersaing di detik-detik akhir adalah pendatang baru di ajang persaingan profesional golfer, Thanyakon Khrongpha melawan pegolf Filipina Jay Bayron, yang nota bene adalah pro yang sangat disegani khususnya di negaranya dan utamanya di kawasan ASEAN.

Saat Detik-Detik Yang Menegangkan Itu Berlangsung

Sekitar kurang-lebih 100 orang penonton yang menyaksikan ronde terakhir di sekitar hole 18, ikut larut dalam kegembiraan saat Khrongpa berhasil membukukan birdie. Pro asal Thailand yang masih berusia 20 tahun ini, yang pada ronde terakhir berada dalam satu grup (group 8) bersama rekan se-negaranya, Pijit Petchkasem, dan M. Sasidaran dari Malaysia, berhasil melakukan birdie putt dengan sempurna.

Sesaat kemudian, setelah pemain yang berada di group 8 menyelesaikan permainan mereka, menyusul pemain yang berada di group 9, yang terdiri dari Danny Chia (Malaysia), Panuwat Muenlek (Thailand) dan Jay Bayron (Philipina), memasuki  area hole 18. Jay Bayron yang memimpin ronde pertama Kariza Indonesia Championship dengan 6 under, di hole terakhir tersebut berhasil membuat pukulan birdie di hole 18.
Terdengar tepuk tangan membahana dari sekitar kurang-lebih 100 orang penonton, menyambut keberhasilan pro asal Filipina tersebut. Beberapa orang penonton berseru: Play Off berulang-kali.

Tak lebih dari sepuluh menit, Jay Bayron dan Khrongpha, kembali  ke tee  18.Tee shoot Bayron jatuh sempurna di tengah-tengah fairway kecuali bola Khrongpha yang mendarat di fairway sebelah kanan. Saat second shoot, bola Jay Bayron jatuh tak jauh dari green. Demikian juga bola Khrtongpha. Namun, saat pro asal Philipina itu melakukan pukulan ketiga, bolanya meluncur ke belakang pin. Sementara, bola Khrongpha tepat jatuh di depan pin,  jaraknya hanya sekitar kurang-lebih lima meter dari pin.

Saat kedua pemain akan bergantian melakukan pukulan birdie putt, para spectator dibuat berdebar-debar. Masalahnya, apabila birdie putt
Jay Byron
masuk, dapat dipastikan dialah yang akan keluar sebagai juara Kariza Indonesia Championship. Ternyata bola milik Byron melintir dan hanya menyentuh bibir hole saat dipukul, dan tidak masuk.

Degub jantung para penonton pun semakin kencang. Dan, suasana hening yang penuh dengan ketegangan pun mewarnai area di sekitar hole 18 yang dipadati oleh sekitar 100 orang penonton tersebut, terutama ketika Khrongpha akan melakukan pukulan birdie putt.

Dengan ketenangan yang sangat luar biasa, Khrongpha berancang-ancang untuk melakukan pukulan birdie putt. Dan, hanya sekali sentuh, permukaan putter milik Khrongpha berhasil menghantar bola masuk ke hole. Mendadak sontak sekitar kurang-lebih 100 orang penonton bertepuk tangan, bahkan ada yang berjingkrak dan menghambur ke green menyalami Khrongpha yang berhasil keluar sebagai juara Kariza Indonesia Championship 2010!

Melalui penerjemah, dalam keterangan persnya Khrongpha menyatakan kegembiraannya karena dia berhasil keluar sebagai juara. Dan, gelar yang diraihnya itu merupakan sebuah sejarah yang takkan dapat dilupakan sepanjang hayatnya. Karena, gelar tersebut adalah gelar pertama dalam karirnya sebagai profesional golfer. Dan, lewat penerjemah pula, profesional golfer berusia 20 tahun tersebut berjanji akan kembali hadir di Indonesia pada saat turnamen Kariza Classic digulirkan kembali Juli yang akan datang di Sentul Highlands, Bogor, Jawa Barat.
Copyright © 2010 Kariza Viratama. All Rights Reserved