Greenbrier Classic
Perfect 59 Stuart Appleby

“Saya menunggu lama sekali untuk dapat memasuki putaran permainan seperti hari ini, lupakan skor 59 yang saya buat. Karena bagi saya yang terpenting adalah bagaimana saya bisa menguasai hole demi hole dengan semangat kemenangan yang menyenangkan.” Stuart Appleby

Stuart Appleby baru menyadari catatan score card-nya saat dirinya berada di locker room The Old White Course, West Virginia , bahwa ternyata ia telah membukukan angka spektakuler di putaran terakhir Greenbrier Classic melalui catatan skor “perfect 59”, tanpa sedikit pun kesalahan yang dibuatnya. Dan ia pun baru mempercayai ketika melihat catatan course record di club house, bahwa apa yang dihasilkannya menyamai skor terbaik atas nama pegolf legendaris Sam Snead dalam turnamen yang sama 51 tahun yang lalu. Bahkan secara skala kejadian Appleby masih dianggap lebih bergengsi, karena Snead mencetaknya dalam pertandingan Pro-Am di tahun 1959.

Pegolf kelahiran Cohuna, Australia, tersebut berhasil memenangkan Greenbrier Classic untuk yang pertama kali, sekaligus memecah kebekuan prestasi-nya yang dalam empat tahun terakhir mengalami “kekeringan” gelar sejak menjuarai Shell Houston Open pada tahun 2006 silam di Houston Texas. Sementara hasil skor 59 yang diperolehnya di putaran terakhir tersebut merupakan yang kelima dalam sejarah PGA Tour dan yang kedua dalam empat minggu terakhir, setelah sebelumnya pegolf Amerika Serikat Paul Goydos membukukan prestasi yang sama dalam putaran pertama John Deere Classic di Illinois. Hanya bedanya Goydos saat itu menduduki posisi akhir sebagai runner up dengan margin satu stroke dari sang juara Steve Stricker.

Appleby memulai putaran terakhir dengan margin 8 stroke di belakang pimpinan leader board Jeff Overton, hingga pada akhirnya mampu menggeser Overton ke posisi ke dua dengan margin kemenangan satu stroke.

Appleby berhasil membukukan sembilan birdie, termasuk satu pada setiap tiga hole terakhir ditambah sebuah eagle di hole 12, dengan catatan putting sebanyak 23 kali...sebuah rangkaian catatan yang mengagumkan!

Dan yang luar biasanya lagi adalah bahwa dari seluruh putaran yang dilaluinya, Appleby, hanya terjerat satu kali bogey di hole 15 putaran kedua, untuk pada akhirnya mengemas skor total 258 (22 under), dari akumulasi skor harian 66/68/65/59.

“Saya menunggu lama sekali untuk dapat memasuki putaran permainan seperti hari ini”, ungkap Appleby. “Lupakan skor 59 yang saya buat. Karena bagi saya yang terpenting adalah bagaimana saya bisa menguasai hole demi hole dengan semangat kemenangan yang menyenangkan”, sambungnya lagi.

Memang wajar rasanya jika Appleby memiliki perasaan bangga yang berlebihan. Karena sudah lama dirinya tidak pernah merasakan kondisi seperti itu, dimana dalam 80 putaran yang ia jalani dalam musim tahun ini, hanya sekitar 21 putaran saja dirinya berhasil membukukan skor di bawah 70, hingga memasuki putaran pertama Greenbrier Classic.

Hal tersebut menambah kepercayaan dirinya untuk menghadapi dua seri turnamen penting kedepan yaitu Turning Stone Resort Championship di New York dan selanjutnya adalah World Golf Championships-Bridgestone Invitational di Ohio.

“Saat ini poin FedEx saya naik lebih tinggi. Artinya sejauh ini posisi saya cukup aman untuk dapat bersaing dalam match play.

Karena itu saya merencanakan untuk memesan tiket ke Australia untuk menikmati liburan di kampung halaman”, ungkap Appleby yang kini menduduki peringkat 24 dalam rangking FedEx cup. “Karena tentunya saya tak akan berani mengambil resiko berlibur jika berada dalam kondisi ketidak pastian”, tambah pria Australia yang kini bermukim di Orlando, Florida, tersebut.

Stuart Appleby selama ini dikenal sebagai sosok pegolf yang bersahaja dan menyenangkan di mata rekan-rekan seprofesinya. Sebagai penyandang 9 gelar juara PGA Tour sepanjang karirnya, Appleby tetap tegar menghadapi masa-masa “kering prestasi” dalam empat tahun terakhir ini. Apalagi dalam kehidupan pribadinya, Stuart Appleby, sempat merasakan kehilangan dua orang yang sangat dikasihinya secara beruntun. Pertama adalah ketika ia kehilangan istri pertamanya, Renay, yang tewas akibat kecelakaan mobil di pelataran London Waterloo station pada tahun 1998, saat menyertai dirinya dalam The Open Championship. Dan yang kedua adalah ketika ia harus merelakan kepergian sahabat dan juga tetangganya, Payne Stewart, yang meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat terbang pada tahun 1999.

Kini Appleby menjalani hidupnya dengan penuh kebahagiaan bersama istri kedua nya, Ashley Shaleet, beserta putranya Max, sekaligus menjadi ayah angkat bagi dua putra putri Payne Stewart, Chelsea dan Aaaron.
Copyright © 2010 Kariza Viratama. All Rights Reserved