Appleby memulai putaran terakhir dengan
margin 8 stroke di belakang pimpinan leader
board Jeff Overton, hingga pada akhirnya
mampu menggeser Overton ke posisi ke dua
dengan margin kemenangan satu stroke.
Appleby berhasil membukukan sembilan birdie,
termasuk satu pada setiap tiga hole terakhir
ditambah sebuah eagle di hole 12, dengan
catatan putting sebanyak 23 kali...sebuah
rangkaian catatan yang mengagumkan!
Dan yang luar biasanya lagi adalah bahwa
dari seluruh putaran yang dilaluinya, Appleby,
hanya terjerat satu kali bogey di hole 15 putaran
kedua, untuk pada akhirnya mengemas skor
total 258 (22 under), dari akumulasi skor harian
66/68/65/59.
“Saya menunggu lama sekali untuk dapat
memasuki putaran permainan seperti hari ini”,
ungkap Appleby. “Lupakan skor 59 yang saya
buat. Karena bagi saya yang terpenting adalah
bagaimana saya bisa menguasai hole demi
hole dengan semangat kemenangan yang
menyenangkan”, sambungnya lagi.
Memang wajar rasanya jika Appleby memiliki
perasaan bangga yang berlebihan. Karena sudah
lama dirinya tidak pernah merasakan kondisi
seperti itu, dimana dalam 80 putaran yang
ia jalani dalam musim tahun ini, hanya sekitar
21 putaran saja dirinya berhasil membukukan
skor di bawah 70, hingga memasuki putaran
pertama Greenbrier Classic.
Hal tersebut menambah kepercayaan dirinya
untuk menghadapi dua seri turnamen
penting kedepan yaitu Turning Stone Resort
Championship di New York dan selanjutnya
adalah World Golf Championships-Bridgestone
Invitational di Ohio.
“Saat ini poin FedEx saya naik lebih tinggi.
Artinya sejauh ini posisi saya cukup aman
untuk dapat bersaing dalam match play.
Karena itu saya merencanakan untuk memesan
tiket ke Australia untuk menikmati liburan di
kampung halaman”, ungkap Appleby yang
kini menduduki peringkat 24 dalam rangking
FedEx cup. “Karena tentunya saya tak akan
berani mengambil resiko berlibur jika berada
dalam kondisi ketidak pastian”, tambah pria
Australia yang kini bermukim di Orlando,
Florida, tersebut.
Stuart Appleby selama ini dikenal sebagai sosok
pegolf yang bersahaja dan menyenangkan di mata
rekan-rekan seprofesinya. Sebagai penyandang 9
gelar juara PGA Tour sepanjang karirnya, Appleby
tetap tegar menghadapi masa-masa “kering
prestasi” dalam empat tahun terakhir ini. Apalagi
dalam kehidupan pribadinya, Stuart Appleby,
sempat merasakan kehilangan dua orang yang
sangat dikasihinya secara beruntun. Pertama
adalah ketika ia kehilangan istri pertamanya,
Renay, yang tewas akibat kecelakaan mobil di
pelataran London Waterloo station pada tahun
1998, saat menyertai dirinya dalam The Open
Championship. Dan yang kedua adalah ketika
ia harus merelakan kepergian sahabat dan juga
tetangganya, Payne Stewart, yang meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat terbang pada
tahun 1999.
Kini Appleby menjalani hidupnya dengan
penuh kebahagiaan bersama istri kedua
nya, Ashley Shaleet, beserta putranya Max,
sekaligus menjadi ayah angkat bagi dua putra putri
Payne Stewart, Chelsea dan Aaaron. |