LPGA Championship
“Cristie Kerr, “Panen” Rekor Di Puncak Dunia
Sekurangnya empat catatan rekor yang berhasil
ditorehkan dan diperbaiki oleh pegolf yang juga
di kenal sebagai aktifis penanggulangan penyakit
kanker payudara tersebut, melalui performa
mengesankan sepanjang empat putaran yang
dilaluinya dengan perolehan skor harian 68, 66, 69
dan 66.
Ai Miyazato memang belum beranjak
dari puncak rangking dunia (Rolex
Ranking) saat memulai tee off
pertamanya di Locust Hill Country
Club New York pada tanggal 24 Juni
2010 lalu dalam LPGA Championship, ketika satu
minggu sebelumnya berhasil “menggeser” Jiyai
Shin dengan meraih gelar juara dalam ShopRite
LPGA Classic di New Jersey, sebagai koleksi gelar
juara ke empat nya di tahun ini.
Namun ketika seorang pegolf lain dari jajaran
peringkat lima besar dunia berhasil meraih
sukses dalam kejuaraan Major tersebut, secara otomatis Miyazato harus merelakan tampuk
kekuasaannya itu untuk langsung turun ke
posisi dua. Seperti kenyataan yang dihadapinya
setelah pegolf cantik Cristie Kerr berhasil
mengunggulinya sebagai juara sekaligus
melengkapi dua catatan gelar Major dalam
karirnya.
Bukan hanya perkara meraih puncak dunia
saja yang menjadi perhatian para pengamat
golf dunia terhadap Kerr dalam LPGA
Championship tahun ini. Namun banyaknya
rekor yang diciptakan oleh pegolf berusia 32
tahun tersebut, begitu menjadikan sosok nya
bagaikan “Ratu Sehari” dalam kesempatan itu.
Sekurangnya empat catatan rekor yang berhasil
ditorehkan dan diperbaiki oleh pegolf yang
juga di kenal sebagai aktifis penanggulangan
penyakit kanker payudara tersebut, melalui
performa mengesankan sepanjang empat
putaran yang dilaluinya dengan perolehan skor
harian 68, 66, 69 dan 66.
Beberapa catatan rekor LPGA yang ditorehkan
oleh Cristie Kerr dalam LPGA Championship
tahun ini antara lain adalah menjadi satu-satu nya anggota LPGA Tour yang tidak pernah
mengalami kekosongan gelar dalam tujuh
tahun terakhir dengan koleksi 14 gelar juara
dari 17 gelar yang diperoleh sepanjang karir
profesionalnya. Dimana tahun ini saja ia berhasil
mengoleksi dua gelar juara, setelah pada
pertengahan Juni lalu memenangkan LPGA
State Farm Classic di Springfield Illinois.
Berikutnya Kerr juga berhasil mematahkan
rekor margin kemenangan terbesar sepanjang
sejarah LPGA Tour dengan catatan 12 stroke
yang sebelumnya dipegang selama 18 tahun
oleh Betsy King dengan 11 stroke.
 |
|
|
Selanjutnya Kerr juga dinobatkan sebagai
pegolf wanita Amerika pertama yang berhasil
meraih LPGA Championship setelah Juli
Inkster pada tahun 2000, sekaligus menjadi
pegolf Amerika ke 5 yang berhasil menapaki
posisi nomor satu dunia sejak akumulasi
rangking dunia diperkenalkan pada tahun
2006 silam.
Dan yang juga tak kalah pentingnya adalah
bagaimana namanya kini bersanding
bersama pegolf legendaris Babe Zaharias di
posisi ke dua untuk rekor margin kemenangan
terbesar dalam sejarah Major Championship
LPGA di bawah Louise Suggs yang mencatat
margin 14 stroke sebagai juara U.S. Women’s
Open 1949.
Sementara satu tambahan rekor “kecil” nya
adalah menjadi pegolf LPGA pertama di musim
tahun ini yang berhasil melewati dua putaran
pertandingan dengan bebas bogey.
Namun walaupun demikian posisi Cristie Kerr
nampaknya belum sekuat Annika Sorenstam
maupun Lorena Ochoa ketika kedua pegolf
wanita legendaris modern tersebut merebut
puncak rangking dunia untuk pertama kalinya.
Karena selisih point dari lima pegolf di bawahnya
saat ini masih terlalu riskan untuk disebut kokoh
sebagai “penguasa” rangking dunia. Artinya
perebutan Rolex Rangking yang sesungguhnya
akan terlihat pada seri selanjutnya dalam gelaran
Jamie Farr Owens Corning Classic pada tanggal
1 Juli hingga 4 Juli 2010 di Sylvania, Ohio.
Siapapun pemenang dari antara Cristie Kerr,
Ai Miyazato, Jiyai Shin, Suzann Pettersen, Yani
Tzeng dan Anna Nordqvist dalam seri turnamen
LPGA Tour ke 13 di tahun 2010 tersebut,
dipastikan bakal menapaki kejayaan sebagai
pegolf wanita nomor satu di dunia. Bahkan
untuk Miyazato sendiri berlaku pengecualian, dimana jika saja ia mampu menduduki posisi
runner up sendirian, maka secara otomatis
dirinya akan kembali ke puncak, sejauh berhasil
mengungguli Cristie Kerr.
Artinya persaingan LPGA Tour dalam paruh
musim terakhir, tak ayal merupakan persaingan “hidup-mati” antara para penghuni 5 besar
Rolex Ranking untuk menentukan siapa diantara
mereka yang nantinya layak disebut sebagai “Ratu Golf” dunia di akhir musim, sekaligus
meraih Rolex Player of The Year 2010. |
|
 |
|
 |
|