Michael Hendry praktis memegang kendali
ketika ia menciptakan 4 birdie secara berturutturut
di hole 11, 12, 13 dan 14, sementara
Wen-chong hanya mampu memperkecil
ketinggalan dengan birdie nya di hole 14 untuk
berada 7 stroke di belakang Hendry sekaligus
harus melupakan ambisi untuk melengkapi
gelar ke tiga One Asia nya di tahun ini.
Dengan skor total 269 (19 under), Michael
Hendry, menjadi juara seri One Asia dengan
rekor skor dan margin kemenangan terbesar
sepanjang musim tahun ini sekaligus mengukir
namanya dalam daftar juara “non unggulan”
Indonesia Open bersama Miko Illonen pada
tahun 2007 dan Felipe Aguilar di tahun 2008.
Dengan wajah yang memancarkan
kegembiraan, Michael Hendry mengganguk
dengan penuh keyakinan ketika Gubernur DKI
Jakarta, Fauzy Bowo, “menantang” nya datang
kembali ke Indonesia untuk mempertahankan
gelar-nya tahun depan.
Keberhasilan Hendry dalam Indonesia Open
Presented by Enjoy Jakarta ini merupakan
kemenangan terbesar sepanjang karirnya dan
merupakan puncak dari sebuah periode yang luar
biasa, dimana Hendry baru saja memenangkan
Fiji Open dua minggu sebelumnya dan telah
berkali-kali memenangkan gelar dalam tour lokal
di negara nya.
Sebuah kejadian menarik terjadi saat Hendry
berjalan keluar dari hole 18, dimana beberapa
teman profesionalnya seperti Gareth Paddison,
Josh Carmichael dan Brendan Stuard, menarikan
the Haka yaitu tarian tradisional dari suku
Maori yang juga menjadi tradisi dari tim rugby
terkenal di Selandia Baru, “All Blacks”, sebagai
tanda kehormatan bagi Hendry.
Saat ini Hendry merupakan pegolf dengan
jumlah kekayaan terbesar di Selandia
Baru, ditambah dengan hadiah cek senilai
US$180,000 yang diterimanya langsung dari
Gubernur DKI Jakarta, Fauzy Bowo, setelah
sebelumnya menerima piala Indonesia Open
dari ketua Umum PB PGI, Arifin Panigoro,
dalam acara prize giving di green hole 18
Damai Indah Golf-Pantai Indah Kapuk Course
yang telah sukses menjalankan dua perhelatan
Indonesia Open masing-masing pada tahun
2007 dan 2010. |