LPGA Championship
Michael Hendry “On Fire” !


Merupakan sebuah keputusan yang tepat ketika Michael Hendry menyatakan mundur dari kegiatan olah raga Kriket sejak enam tahun yang lalu. Walaupun sebelumnya ia diketahui merupakan pemain andalan tim nasional Kriket Selandia Baru untuk beberapa kejuaraan internasional penting sampai ia merasa frustasi dan bosan dengan cidera yang sering menimpanya.

Blessing in disguise, ia memilih olah raga golf untuk ditekuni secara serius hingga ketenaran nama nya kini justru melebihi saat ia menjadi atlit kriket bersama tim-nas Selandia Baru maupun tim kriket kota Auckland dimana ia dibesarkan.

Terlebih lagi ketika pada tanggal 4 Juli 2010 dirinya berhasil membuktikan betapa tepat keputusan nya tersebut dengan menjuarai seri turnamen One Asia, Indonesia Open Presented By Enjoy Jakarta, berhadiah total US$1,000,000.

Memulai putaran terakhirnya di puncak leader board, Hendry yang sebelumnya sama sekali tidak di unggulkan dalam seri ke lima One Asia ini seakan-akan tidak membiarkan pesaing terdekat sekaligus rekan satu grup nya Liang Wen-chong bergerak secara leluasa untuk mengungguli skor nya, sehingga terjadi pertarungan seru antara dua pegolf tersebut hingga memasuki second nine.

Wen-chong sempat menyamai perolehan skor Hendry setelah mencetak birdie di hole 2 yang lalu disusul kembali oleh Hendry melalui birdie nya di hole 8 setelah keduanya sama-sama berhasil membuat birdie di hole 6.

Dengan segenap kemampuannya Liang Wenchong terus berusaha untuk menyamai skor Hendry dengan kembali membuat birdie di hole 9. Namun permainan Hendry yang pada hari itu sedang “on fire” mampu menahan langkah pemegang order of merit Asian Tour 2007 tersebut dengan membuat birdie di hole yang sama.

Akhirnya perlawanan Wen-chong harus terhenti ketika pegolf unggulan juara tersebut terganjal bogey di hole 10, yang mana usahanya untuk memperbaiki skor malah menjadi “bumerang” bagi dirinya dengan tambahan dua bogey secara berturut-turut di hole 11 dan 12.
Michael Hendry praktis memegang kendali ketika ia menciptakan 4 birdie secara berturutturut di hole 11, 12, 13 dan 14, sementara Wen-chong hanya mampu memperkecil ketinggalan dengan birdie nya di hole 14 untuk berada 7 stroke di belakang Hendry sekaligus harus melupakan ambisi untuk melengkapi gelar ke tiga One Asia nya di tahun ini.

Dengan skor total 269 (19 under), Michael Hendry, menjadi juara seri One Asia dengan rekor skor dan margin kemenangan terbesar sepanjang musim tahun ini sekaligus mengukir namanya dalam daftar juara “non unggulan” Indonesia Open bersama Miko Illonen pada tahun 2007 dan Felipe Aguilar di tahun 2008.

Dengan wajah yang memancarkan kegembiraan, Michael Hendry mengganguk dengan penuh keyakinan ketika Gubernur DKI Jakarta, Fauzy Bowo, “menantang” nya datang kembali ke Indonesia untuk mempertahankan gelar-nya tahun depan.

Keberhasilan Hendry dalam Indonesia Open Presented by Enjoy Jakarta ini merupakan kemenangan terbesar sepanjang karirnya dan merupakan puncak dari sebuah periode yang luar biasa, dimana Hendry baru saja memenangkan Fiji Open dua minggu sebelumnya dan telah berkali-kali memenangkan gelar dalam tour lokal di negara nya.

Sebuah kejadian menarik terjadi saat Hendry berjalan keluar dari hole 18, dimana beberapa teman profesionalnya seperti Gareth Paddison, Josh Carmichael dan Brendan Stuard, menarikan the Haka yaitu tarian tradisional dari suku Maori yang juga menjadi tradisi dari tim rugby terkenal di Selandia Baru, “All Blacks”, sebagai tanda kehormatan bagi Hendry.

Saat ini Hendry merupakan pegolf dengan jumlah kekayaan terbesar di Selandia Baru, ditambah dengan hadiah cek senilai US$180,000 yang diterimanya langsung dari Gubernur DKI Jakarta, Fauzy Bowo, setelah sebelumnya menerima piala Indonesia Open dari ketua Umum PB PGI, Arifin Panigoro, dalam acara prize giving di green hole 18 Damai Indah Golf-Pantai Indah Kapuk Course yang telah sukses menjalankan dua perhelatan Indonesia Open masing-masing pada tahun 2007 dan 2010.
Copyright © 2010 Kariza Viratama. All Rights Reserved