-
Thongchai Jaidee & Danny Chia
Antara Ambisi Dan Keberuntungan

Dalam penyelenggaraan the 139th Open Championship tahun ini, masyarakat golf Asia Tenggara boleh berbangga dengan keberadaan dua pegolf nya yaitu Thongchai Jaidee (Thailand) dan Danny Chia (Malaysia) dalam entry list pemain di Major Championship paling tua dan bermartabat di muka bumi tersebut.

Walaupun memiliki visi target yang berbeda satu sama lain, namun harapan menampilkan performa terbaik dari masyarakat golf Asia Tenggara tentunya mengiringi perjuangan mereka berdua selama “merumput” di lapangan legendaris St. Andrew Old Course yang untuk kesekian kalinya terpilih sebagai venue perhelatan golf paling “akbar” di dunia tersebut.

Pegolf Thailand Thongchai Jaidee nampaknya lebih mengedepankan ambisinya untuk dapat paling tidak melewati batas cut off. Hal tersebut terasa perlu di kejar nya untuk dapat mengembalikan nama nya dalam kontender 50 besar dunia dimana saat ini ia masih berada di posisi 53 Official World Golf Ranking.

“Kembali ke posisi 50 dunia merupakan prioritas saya saat ini. Permainan saya tengah berada dalam kondisi yang baik belakangan ini untuk dapat menguasai St. Andrew dalam pertandingan nanti. Fokus saya hanyalah bagaimana caranya mengatasi cuaca buruk yang melanda hampir seluruh kawasan Eropa akhir-akhir ini. Untuk itu saya berlatih terus dengan keras, dan menjaga kondisi mental saya untuk tetap stabil. Karena hanya faktor itu yang saat ini menjadi konsentrasi saya”. papar Jaidee selepas melakukan practice round nya pada hari Selasa 13 Juli lalu.
Ditemui pada hari dan kesempatan yang sama, pegolf Malaysia Danny Chia justru lebih mengandalkan keberuntungannya untuk dapat menembus persaingan utama dalam The Open Championship yang telah tiga kali diikuti nya tersebut. Karena bagi Chia, dirinya sangat menikmati keberadaannya diantara para pegolf kelas dunia dengan spectators yang datang dari hampir seluruh belahan benua Eropa dan sebagian dunia.

“Nuansa persaingan disini begitu memompa adrenalin, dan saya sangat menikmati suasana itu. Seperti tahun lalu di Turnberry dimana saat memasuki hole pertama di putaran pertama, saya begitu bergetar mendengar nama saya dipanggil ditengah banyaknya penonton yang memperhatikan saya. Hal itu seperti membuktikan bahwa saya layak bersaing dalam turnamen sebesar ini. Tinggal bagaimana nanti keberuntungan yang akan saya peroleh”, ungkap Danny Chia dengan penuh semangat.
“Namun diluar semua itu saya akan tetap berusaha untuk fokus dan bermain sebaik mungkin, karena saya tak bermaksud datang ke St. Andrew untuk sekedar berjalan di atas fairway tanpa menghasilkan sesuatu”, sambung pegolf berusia 37 tahun tersebut.

Memang pernyataan dua pegolf berbeda level tersebut cukup masuk diakal, mengingat akses yang mereka lalui pun dari sisi yang berbeda, yang mana Thongchai meraih tiket dari kemenangannya dalam beberapa event European Tour hingga memasuki babak semi final WGC Matchplay Championship. Sementara Danny meraih tiket nya melalui turnamen kualifikasi regional yang berlangsung hanya dua hari di negara nya.

Namun sekali lagi bukan hal-hal tersebut yang secara mutlak dapat “menggiring” seorang pemain dalam level tertentu. Tetapi lebih kepada sejauh mana kondisi fisik dan mental yang tengah dialaminya saat bertanding nanti. Karena bukan tak mungkin Danny Chia yang merasa nothing to lose, akan lebih rileks menghadapi persaingan berat, ketimbang Thongchai Jaidee yang terbebani oleh ambisinya.
Copyright © 2010 Kariza Viratama. All Rights Reserved