Ditemui pada hari dan kesempatan yang
sama, pegolf Malaysia Danny Chia justru lebih
mengandalkan keberuntungannya untuk dapat
menembus persaingan utama dalam The
Open Championship yang telah tiga kali diikuti
nya tersebut. Karena bagi Chia, dirinya sangat
menikmati keberadaannya diantara para pegolf
kelas dunia dengan spectators yang datang
dari hampir seluruh belahan benua Eropa dan
sebagian dunia.
“Nuansa persaingan disini begitu memompa
adrenalin, dan saya sangat menikmati suasana itu. Seperti tahun lalu di Turnberry dimana saat
memasuki hole pertama di putaran pertama,
saya begitu bergetar mendengar nama saya
dipanggil ditengah banyaknya penonton
yang memperhatikan saya. Hal itu seperti
membuktikan bahwa saya layak bersaing dalam
turnamen sebesar ini. Tinggal bagaimana
nanti keberuntungan yang akan saya peroleh”,
ungkap Danny Chia dengan penuh semangat.
|
 |
“Namun diluar semua itu saya akan tetap
berusaha untuk fokus dan bermain sebaik
mungkin, karena saya tak bermaksud datang
ke St. Andrew untuk sekedar berjalan di atas
fairway tanpa menghasilkan sesuatu”, sambung
pegolf berusia 37 tahun tersebut.
Memang pernyataan dua pegolf berbeda
level tersebut cukup masuk diakal, mengingat
akses yang mereka lalui pun dari sisi yang
berbeda, yang mana Thongchai meraih tiket
dari kemenangannya dalam beberapa event
European Tour hingga memasuki babak semi
final WGC Matchplay Championship. Sementara Danny meraih tiket nya melalui turnamen
kualifikasi regional yang berlangsung hanya
dua hari di negara nya.
Namun sekali lagi bukan hal-hal tersebut yang
secara mutlak dapat “menggiring” seorang
pemain dalam level tertentu. Tetapi lebih kepada
sejauh mana kondisi fisik dan mental yang
tengah dialaminya saat bertanding nanti. Karena
bukan tak mungkin Danny Chia yang merasa
nothing to lose, akan lebih rileks menghadapi
persaingan berat, ketimbang Thongchai Jaidee
yang terbebani oleh ambisinya.
|
|
 |
|
 |
|