 |
|
 |
 |
 |
Menjunjung Moralitas
Pembaca yang terkasih,
Sepintas sepertinya tak ada batasan
antara pengertian kata loyalitas
dan kesetiaan. Memang sementara
ini sebagian besar masyarakat kita
menganggapnya demikian.
Namun setelah saya coba telusuri definisi
maknanya secara mendalam, saya
mendapatkan sebuah pengertian bahwa ketika
seseorang hanya mengedepankan kesetiaan
saja dalam mengemban tugas apapun, maka
pangkalnya tidak akan lebih pada kesetiaan itu
saja. Sedangkan ketika saya mendapati didalam
kesetiaan itu terkandung MORALITAS, maka
kesetiaan itu menjadi tak berbatas oleh apapun...
dan itu yang saya cerna sebagai pengertian
LOYALITAS. Artinya batas kesetiaan seseorang
terukur dari sedalam apa loyalitasnya.
Disadari atau tidak, olah raga golf merupakan
olah raga yang menciptakan mediasi
MORALITAS yang lengkap bagi para peminatnya,
itu sebabnya begitu banyak peraturan yang
bermuara kepada perihal etika dan moral yang
harus ditaati saat menjalaninya. Dan ketika
hal tersebut dilanggar, maka sehebat apapun
seorang pemain, harus kembali menitinya dari
awal dalam kesempatan lain.
Belum lupa dengan kasus Tiger Woods bukan?,
bahwa bagaimana di awal musim tahun ini ia
harus bersusah payah bangkit dari keterpurukan
akibat pelanggaran MORAL yang dilakukannya,
sekaligus membuat point rangking dunia nya statis dan semakin lama semakin didekati oleh
Phil Mickelson.
Jadi kesetiaan akan prinsip gentlemen
game akan menjadi semu ketika seorang
pegolf menjalankannya tanpa menjunjung
MORALITAS sebagai seorang pegolf sejati. Itu
yang senantiasa menjadi jawaban saya ketika
banyak yang bertanya perihal kriteria untuk
dapat menjadi pegolf dibawah binaan saya
dan KARIZA.
|
KARIZA INDONESIA CHAMPIONSHIP yang
baru berlalu atau bahkan KARIZA CLASSIC
yang akan datang, mungkin tidak akan pernah
terjadi, jika saya tidak melihat tanggung
jawab MORAL yang besar dari para anak-anak
saya di KARIZA.
Untuk itu saya bersyukur memiliki “anak-anak”
yang begitu berdedikasi dan luar biasa terhadap
pekerjaan dan tanggung jawab yang saya
percayakan kepada mereka. Tanpa lelah dan
tanpa batas waktu mereka selalu ada bersamasama
saya dalam menyiapkan segala hal. Dari
semua divisi, mereka dapat menterjemahkan
secara rinci visi dan misi serta tujuan saya melakukan setiap rencana. Acungan jempol,
terima kasih, penghargaan dan cinta kasih saya
yang sangat tinggi untuk mereka, karena tidak
ada kata-kata yang cukup dapat saya ungkapkan
untuk mengapresiasi bagaimana mereka selalu
siap sedia berada disamping saya dengan hati
mereka yang tulus dan kerja keras mereka yang
tidak mengenal waktu. Apapun yang berada di
kepala dan hati saya, tidak akan mungkin bisa
terlaksana tanpa wujud LOYALITAS mereka.
Beberapa kisah tentang dampak pelanggaran
teknis, etika dan moral, dapat diikuti dalam
rubrik “Back Spin” di edisi bulan Juni 2010 ini,
yang mengetengahkan kisah-kisah diskualifikasi
paling bersejarah di dunia.
Tanggung jawab MORAL tim redaksi The
Flag untuk mengutamakan kepentingan golf
nasional dihadirkan dalam reportasi turnamenturnamen
prestasi dalam negeri diantaranya
adalah Ancora Pro Series III dan Enjoy Jakarta
World Junior Golf Championship 2010 yang
menghasilkan para juara-juara baru.
Demikian pula dengan ulasan turnamenturnamen
penting di luar negeri yang salah satunya mengetengahkan LOYALITAS seorang
pegolf legendaris, Jack Nicklaus, yang dalam
masa pensiunnya tetap setia untuk menjadi
host bagi turnamen yang digagasnya sendiri
dengan tajuk The Memorial Tournament.
Selamat membaca
Ria Prawiro
Publisher/Managing Director
|
 |
|
|
 |
|