HP Byron Nelson Championship
Jason Day, Memburu Rekor Di “Champions Wall” Sang Legenda

“Saya sedang berjalan ke lubang keempat dan terlihat seperti ada seribu orang mengikuti Jordan. Butuh sedikit waktu untuk melepaskan tekanan dari pundak saya melihat kenyataan itu”. Jason

Raut wajah pegolf Australia Jason Day nampak begitu terbeban ketika ia melihat dari fairway hole 4 TPC Four Seasons Resort, Irving, Texas, bagaimana empat flight yang berada di depan nya diikuti oleh begitu banyak spectator dalam putaran terakhir HP Byron Nelson Championship. Walaupun Jason sendiri menyadari bahwa tentunya para spectator tersebut begitu tertarik untuk menyaksikan upaya pegolf amatir berusia 16 tahun Jordan Spieth (baca “Spee”. red) yang pada hari itu berada di grup 5 terakhir bersama Corey Pavin.

“Saya sedang berjalan ke lubang keempat dan terlihat seperti ada seribu orang mengikuti Jordan. Butuh sedikit waktu untuk melepaskan tekanan dari pundak saya melihat kenyataan itu”. ungkap Jason yang hingga memasuki sembilan hole pertama masih memimpin 3 pukulan dari Jordan.

Memang setiap performa cemerlang seorang pegolf muda yang berada dalam sebuah turnamen bergengsi biasanya selalu menarik perhatian hampir semua spectator yang ingin mengetahui hasil akhir yang dicapainya.

Dalam kata lain masyarakat golf dunia selalu menunggu hadirnya “The new rising star” dalam kesempatan apapun, seperti apa yang dicapai oleh Jordan Spieth. Walaupun secara usia Jason Day pun masih tergolong muda

(22 tahun) untuk dapat diunggulkan dalam turnamen yang mengusung nama besar pegolf legendaris Byron Nelson tersebut.

Apalagi kondisi seperti itu pun pernah dirasakannya saat ia berhasil mencatat rekor juara termuda dalam seri Nationwide, Legend Financial Group Classic, di tahun 2007 lalu, saat dirinya masih berusia 19 tahun.

Namun Jason yang hanya diikuti “segelintir” penonton yang tak lebih dari para sanak keluarganya tersebut, ternyata mampu keluar dari tekanan “pribadi” nya dan berhasil mempertahankan irama permainannya tanpa terpengaruh oleh nuansa apapun disekelilingnya. Sementara Jordan justru malah tertekan menghadapi ekspektasi penonton yang terlalu tinggi terhadap dirinya ketika kembali menjauh dari persaingan leader board bersamaan dengan bogey yang di bukukannya di hole ke 13 disusul double bogey di hole 15. Sebuah birdie yang dibuatnya di hole 16 tak mampu mengangkatnya dari posisi T16 dengan skor total 276 (4 under) setelah kembali membuat bogey di hole terakhir.
Namun apapun hasil yang dicapai oleh Jordan Spieth, rekor baru telah ditorehkan oleh pegolf junior tersebut dalam karirnya, yaitu sebagai pegolf ke enam termuda yang berhasil melewati batas cut off dalam seri PGA Tour sepanjang sejarah. Dan keberhasilannya tersebut mendapat sambutan hangat dari istri mendiang Byron Nelson, Peggy Nelson, yang hadir langsung di lapangan.

Bagaimanan tidak! pasalnya sebagai pegolf amatir, Jordan berhasil membuktikan ketangguhannya dalam bersaing dengan para touring pro tangguh PGA Tour, setelah seminggu sebelumnya ia hanya bermain dalam kejuaraan golf antar sekolah.

Sementara itu secara perolehan skor harian, Jason Day sebenarnya juga bermain buruk di hari ke 4 dengan mengemas skor 72 (2 over) di lapangan dengan par 70 tersebut. Namun perolehan skor 65, 66 dan 67 dalam tiga putaran sebelumnya membuat dua pegolf Amerika Serikat Bryan Gay dan Jeff Overton tak mampu mengejarnya dan harus puas berbagi posisi T2 dengan margin 2 stroke dari sang juara Jason Day.

Jason berhasil meraup hadiah uang sebesar US$ 1,170,000 dari hasil kemenangannya tersebut, dimana sesungguhnya hampir saja pegolf kelahiran Queensland 12 November 1987 tersebut menyatakan withdraw akibat terserang sinusitis pada putaran ke dua. Namun dengan kemauan kerasnya untuk meraih kemenangan pertama PGA Tour nya, Jason mengabaikan saran dokter untuk terus bertanding hingga namanya kini terukir di Champions Wall yang berdiri kokoh di belakang patung besar sang legenda Byron Nelson.
Copyright © 2010 Kariza Viratama. All Rights Reserved