Enjoy Jakarta World Junior Golf Championship 2010
Sebuah Pelipur Lara
Dari Jovi Ocvandio
Terlepas dari kenyataan bahwa para
pegolf junior Thailand yang hadir
bertanding dalam Enjoy Jakarta
World Junior Golf Championship
2010 bukan merupakan para pegolf
lini pertama di negara nya, namun apa yang
dipersembahkankan oleh pegolf junior
Indonesia Jovi Ocvandio Panggabean sebagai
juara individu putra, bagaikan sebuah pelipur
lara bagi pergolfan nasional, setelah dalam
beberapa kurun waktu lamanya para pegolf
Junior Indonesia selalu berada di bawah
bayang-bayang para pegolf dari Thailand dan
Filipina dalam hampir setiap kejuaraan yang
mereka ikuti.
Pegolf berusia 16 tahun tersebut berhasil
menunjukkan performa terbaiknya dengan
mengungguli setidaknya 30 peserta di kelas A
putra, dengan perolehan skor total 297 (9 over).
Apalagi untuk memperoleh skor 72 selama dua
hari berturut-turut di Damai Indah Golf-Pantai Indah Kapuk, bukanlah hal yang sama sekali
mudah untuk di lakukan.
Memulai putaran final nya di posisi ke dua
dengan selisih hanya satu stroke di depan
pegolf China Taipei, Teng Kao, serta empat
stroke di belakang pemimpin leader board hari ke tiga asal Thailand, Natipong Srithong, Jovi
memperlihatkan ketenangan bermain yang
sangat luar biasa, dengan membiarkan Srihong
dan Teng Kao mengikuti ritme permainannya.
 |
|
|
Satu hal yang dinilai merupakan kunci
keberhasilan Jovi adalah bahwa dirinya sama
sekali tidak memaksakan diri untuk mengejar
kemenangan selain mempertahankan skor
72 (even) seperti yang diciptakannya pada
hari ke tiga. Artinya secara perolehan skor
sesungguhnya Jovi tidak “menyalip” skor
Natipong seperti apa yang dikatakan oleh
beberapa pengamat, namun ia berhasil
menjalankan strategi menekan sehingga
Natipong justru menambah jumlah pukulannya di putaran terakhir sekaligus harus merelakan “tampuk kekuasaan” nya di posisi puncak leader
board kepada Jovi Ocvandio untuk selanjutnya
menduduki posisi T2 bersama Teng Kao dengan
skor total 299 (11 over).
“Saya mencoba bermain save. Tidak pressure
apa-apa. Saya memang menargetkan juara
sehingga hasil ini sudah sesuai target,” ujar
pegolf yang hingga kini masih menuntut ilmu
di Australia tersebut.
Namun diluar kegagalan Natipong Srithong
merebut gelar bergengsi dalam kejuaraan dunia
junior tahunan di Indonesia ini, para pegolf
junior Thailand seperti biasa mendominasi
keunggulan di kelas-kelas lain yang
dipertandingkan dengan memborong 7 gelar
juara masing-masing di kelas B, C, dan D Putra,
serta Kelas A, C, dan D Putri, termasuk dua gelar
bergengsi lainnya yaitu Beregu Putra atas nama
Natipong Srithong (Kelas A) dan Korntawach
Julamool (Kelas B) dengan skor total 586, serta
Beregu Putri atas nama Chirapath Ja Javanil (Kelas A) dan Pinrath Loombunruang (Kelas B)
dengan skor total 432.
Seperti yang sudah diprediksikan sebelumnya,
pegolf Thailand Korntawach Julamool berhasil
menjadi “penguasa” di Kelas B putra (11-
12) tahun, dengan margin kemenangan 9
stroke dari kompatriotnya Smithti Teeratrakul.
Bahkan jika saja kelas B Putra disertakan dalam
persaingan individual overall, maka gelar juara
tentunya akan jatuh ketangan Korntawach yang
berhasil mengemas skor total 287 (1 under).
Enjoy Jakarta World Junior Golf Championship
2010 ditutup secara resmi oleh Gubernur
DKI Jakarta, DR. Fauzi Bowo, yang juga
menyatakan kepuasannya atas keberhasilan
penyelenggaraan turnamen yang dirasakan
terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Turnamen ini diselenggarakan dalam
rangka ulang tahun kota Jakarta ke-483. Dan
keberhasilan turnamen ini membuktikan bahwa
Jakarta merupakan kota yang aman dan menarik
bagi para wisatawan asing”, ujar Gubernur DKI
Jakarta yang akrab di sapa dengan panggilan “Foke” itu di akhir sambutannya. |
|
 |
|
 |
|