 |
Ancora Pro Series I
Sulitnya Menandingi Bang Maan |
 |
 |
Jika Maan Nasim mulai mempersiapkan
dirinya untuk berkiprah dalam
persaingan di tingkat senior, itu memang
merupakan hak pribadi-nya sebagai
seorang yang usianya telah mendekati “kepala lima”.
Namun salah besar apabila karena alasan
usianya tersebut orang menganggap dirinya
akan sulit bersaing dalam kejuaraan di tingkat
middle age, karena buktinya tak seorang pun
pegolf yang mampu menyaingi sepak terjang
pegolf asli Sawangan berusia 47 tahun tersebut
dalam Ancora pro Series I yang digelar dari
tanggal 26 sampai 29 Mei 2009 lalu di Gading
Raya Padang Golf & Club, Serpong, Tangerang.
Setelah dua bulan sebelumnya menjuarai
RP Invitational di Lido Golf Club, Maan Nasim
berhasil menciptakan back to back win, dengan
margin kemenangan dua stroke dari runnerup
nya Andik Mauludin. Hal itu berarti bahwa
selain Sarmilih KZ yang berhasil menjuarai seri
turnamen pertama PGPI di Emeralda bulan
Pebruari lalu, pegolf yang akrab disapa dengan
panggilan Bang Maan ini masih ‘menunda’
tambahan catatan nama juara baru PGPI Tour
di tahun 2009 ini.
Tampil cukup memukau di hari pertama, Maan
menutup putarannya dengan skor 68 (3 under)
di posisi T3 bersama ‘pendatang baru’ Andik
Mauludin dan Denny Wijaya. Sementara puncak
leader board diduduki oleh pegolf asal Gading
Mas, Jamel Ondo, dan pegolf Amatir asal Kaltim
Hardjito dengan skor 67 (4 under).
Posisi Maan belum ‘tergeser’ dari peringkat tiga
besar, walaupun bermain kurang ‘menggigit’ di
hari ke dua dengan skor even par (71). Pada hari
itu giliran Andik Mauludin yang merebut posisi
teratas dari Jamel Ondo dengan skor total 137
(5 under).
Dua pegolf satu daerah Ilyassyak dan Junaedi
Ibrahim ‘menyodok’ ke posisi T4 di bawah
Maan Nasim. Sedangkan Hardjito ‘terlempar’ ke
posisi T6 bersama rekan se tim-nya Sarmilih KZ
dengan skor total 142 (even par).
Sebanyak 61 pegolf berhasil melewati nilai
projected cut (+8), termasuk 13 pegolf amatir
yang sebagian besar merupakan pegolf binaan
Ancora Golf Institute. Diantaranya terdapat
juga para pegolf junior seperti Clement Erio,
Stefan Christian, Ujang Zarems dan Jordan
Irawan. Sedangkan Lidya Ivana Jaya sebagai
satu-satunya ladies pro yang turun dalam
seri ke tiga PGPI Tour ini, gagal memenuhi
ambisi-nya untuk dapat terus bersaing
dengan para pegolf pria hingga akhir minggu,
ketika menyudahi dua putaran permainannya
dengan skor 11 over.
Sepertinya Maan tak ingin berlama-lama
membiarkan Andik dan Jamel untuk kembali
saling berganti posisi diputaran ke tiga. Dengan
gaya |
 |
permainan menyerang yang solid, Maan
akhirnya mengambil alih pimpinan leader
board ketika menutup putaran ke tiga dengan
skor 67 (4 under). Sementara itu persaingan
posisi papan tengah semakin seru dengan
munculnya nama-nama pegolf yang sejak hari
ke dua secara perlahan ‘merangsek’ dari posisi
bawah, seperti Wahyu ‘Uke’ Hendarman, Hendri
Nasim, I Ketut Sugiarta, Indra Hermawan dan
Asep Suganda.
Semangat dan daya juang Maan Nasim
menghadapi tekanan persaingan yang ketat
memang boleh di acungi jempol. Pasalnya
dengan cedera retina mata kirinya yang belum
pulih, pegolf gaek yang kini berada di bawah
payung Cahaya Anugrah Tama (CATa) ini
benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai
pegolf terbaik di tanah air. Berada satu grup
dalam leader flight bersama Andik Mauludin
dan Junaedi Ibrahim, Maan, seolah tak mau
memberikan celah sedikit pun kepada kedua
pesaingnya tersebut. Walaupun Andik sempat
memimpin leader board pada sembilan
hole pertama, namun mental juara yang
ditunjukkan oleh Maan Nasim pada hari itu
seakan ‘menenggelamkan’ segala kekuatan yang dimiliki para pesaing terdekatnya selain
Andik, seperti Junaidi Ibrahim, Ilyassyak, Sanusi,
Sarmilih KZ, Jamel Ondo dan masih banyak lagi
nama-nama pegolf unggulan dalam turnamen
berhadiah total 150 juta rupiah tersebut.
Sebuah sentuhan putting untuk par di hole
terakhir, mengukuhkannya sebagai Juara
Ancora Pro Series I melalui perolehan skor total
273 (11 under), dengan margin kemenangan 2
stroke dari Andik Mauludin yang akhirnya harus
puas menduduki posisi runner up.
Disisi lain pegolf amatir terbaik Indonesia
Hardjito harus mengakui keunggulan Krishna
Iskandar yang berhasil meraih Lowest
Amateur melalui kemenangan count back
284 (even par).
Mengantongi hadiah uang sebesar 24 juta
rupiah, Maan kini menggeser posisi Sarmilih
KZ dari puncak puncak Order Of Merit PGPI
2009 yang sepertinya sulit untuk dikejar oleh
siapapun, jika dirinya masih bisa menunjukkan
kestabilan performa-nya, minimal dalam dua
seri turnamen mendatang.
Menurut rencana Ancora Sports akan
menggelar enam seri turnamen di tahun 2009
ini, yang telah dinyatakan secara langsung oleh
CEO Ancora Sports Indradi Soemardjan dalam
acara jumpa pers beberapa saat setelah acara
penyerahan hadiah bagi sang Juara Maan
Nasim…Selamat Bang Maan!
|
 |
 |
 |
|
 |
|
 |
Copyright © 2009 Kariza Viratama. All Rights Reserved |
|