CIMB Asia Pacific Classic
Ben Crane, Stroke Untuk Juta Dollar


“Merupakan akhir minggu yang paling mengesankan bagi saya. Jujur saja, saya begitu nervous dan tegang saat itu. Sungguh luar biasa, ketika menyaksikan bola saya bergulir dengan sempurna ke arah lubang. Dan saya tak akan pernah melupakan putting terakhir saya di hole 18 tersebut”, Crane

Entah apa yang dirasakan pegolf asal Amerika Serikat Ben Crane ketika menghadapi bola dalam jarak 8 feet ke arah lubang, untuk mencetak birdie seharga satu juta dollar AS.

Posisi kritis semacam itu sebenarnya merupakan hal yang sangat biasa di akhir sebuah turnamen golf. Namun pastinya akan terasa lebih berat beban mental yang dipikul apabila untuk meraih jumlah uang sebesar itu seseorang dihadapkan dengan dua pilihan, yaitu menang atau play off melawan saingan terberat.

Apalagi diketahui Ben Crane berhasil mencapai posisi itu tanpa turun satu haripun dari puncak leader board sejak putaran pertama. Artinya ada gengsi tersendiri yang menambah beban perasaannya.

Situasi itu nyatanya benar-benar terjadi di hole terakhir Mines Resort and Golf Club, Kuala Lumpur, Malaysia, dalam gelaran CIMB Asia Pacific Classic pada hari Minggu 31 Oktober 2010 lalu, dimana Ben Crane mutlak memerlukan birdie di hole terakhir untuk memenangkan seri co-sanctioned Asian tour dengan PGA Tour berhadiah 6 juta Dollar AS tersebut, sekaligus mengungguli pesaing terdekatnya, Brian Davis, dengan margin satu stroke.
Namun pengalamannya mengungguli tiga pegolf di hole terakhir dengan margin satu stroke dalam Farmers Insurance Open pada tanggal yang sama di bulan Januari 2010 lalu, setidaknya membuat pegolf kelahiran Oregon 6 Maret 1976 tersebut terlihat lebih tenang dari yang diperkirakan, untuk selanjutnya menyelesaikan putting terakhirnya tersebut dengan sempurna.

“Merupakan akhir minggu yang paling mengesankan bagi saya. Jujur saja, saya begitu nervous dan tegang saat itu. Sungguh luar biasa, ketika menyaksikan bola saya bergulir dengan sempurna ke arah lubang. Dan saya tak akan pernah melupakan putting terakhir saya di hole 18 tersebut”, ungkap Crane tentang perasaannya saat itu.

Ben Crane menutup putaran terakhir dengan skor 69 (2 under) untuk melengkapi skor total 266 (18 under) yang mengantarkannya sebagai juara. Sungguhpun perjalanannya menuju tangga juara dalam tiga putaran pertama terbilang mulus, namun penampilan memukau dari beberapa pesaing-pesaingnya di putaran final cukup “mengancam” posisinya di puncak leader board, dimana saat memasuki second nine Crane sempat melepas kepemimpinannya kepada Brian Davis setelah “terganjal” bogey di tiga hole berturut-turut (12, 13, 14). Namun hal tersebut tidak membuat Crane mengendurkan fokusnya untuk kembali merebut posisi puncak dengan mencatat sebuah eagle dan dua birdie dalam tiga hole terakhir.
Sementara itu bintang Asia asal Singapura, Mardan Mamat, boleh dikatakan tampil dengan permainan terbaiknya menghadapi para pegolf tangguh dunia dalam CIMB Asia Pacific Classic tahun ini, dimana ia berhasil menempatkan namanya di posisi T5 sebagai satu-satunya pegolf Asia yang berada di zona 5 besar mengungguli para pegolf Asia lain termasuk tiga “trisula” maut asal Korea yaitu Y. E. Yang, K. J. Choi dan Charlie Wie, berikut bintang Thailand Thongchai Jaidee.

Untuk posisinya itu Mardan berhak menerima hadiah uang sebesar US$237,500 atau setara dengan 2,3 milyar rupiah, sebagai prize money terbesar sepanjang karirnya. Dan yang paling berkesan bagi dirinya, adalah ketika ia menerimanya tepat pada hari ulang tahunnya yang ke 43.

Yang juga layak mendapat acungan jempol adalah “rising star” asal Thailand, Pariya Junhasavasdikul, yang sempat berbagi pimpinan bersama Crane di putaran pertama. Namun sayang dalam tiga hari selanjutnya, Pariya gagal mempertahankan ritme permainan terbaiknya untuk akhirnya menduduki posisi T27 bersama pegolf India Arjun Atwal dan pegolf Amerika Serikat Bill Hass dengan perolehan skor 277 (7 under).

CIMB Asia Pacific Classic merupakan seri turnamen tanpa batas cut yang menampilkan 60 pegolf terbaik dari PGA Tour dan Asian Tour melalui hasil kualifikasi region yang diselenggarakan oleh masing-masing badan sanction tersebut. Asia diketahui menyelenggarakan dua kualifikasi masingmasing di Indonesia yang dimenangkan oleh Mardan Mamat, serta di Malaysia yang dimenangkan oleh “local hero” nya, Shaaban Hussin, dimana untuk pegolf dengan posisi terendah saja dipastikan untuk menerima prize money sebesar US$50,000.
Copyright © 2010 Kariza Viratama. All Rights Reserved